Sabtu, 31 Oktober 2015

Pra PKMJ 1

Assalamu’alaykum teman-teman….. Hari ini Delvi mau berbagi pengalaman tentang salah satu rangkaian PKM J Matematika UNJ 2015 lagi nih. Kalau minggu lalu tentang Briefing PKMJ, hari ini Delvi akan berbagi pengalaman tentang Pra PKMJ 1. Acara Pra PKMJ 1 dilaksanakan pada 31 September 2015 di IDB 2 lantai 7. Sebenarnya di jadwal acaranya jam 1 siang. karena suatu hal, jadi delvi datangnya terlambat 7 menit. Tapi alhamdulillah acaranya belum dimulai. Oh iya karena waktu itu Delvi terlambat, jadi begitu turun lift langsung mau jalan ketempat acaranya. Baru satu langkah kakanya langsung manggil, suruh isi presensi dulu di depan lift. hihi ^^

Setelah peserta PKMJ sudah banyak yang hadir, acara pun dimulai. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh salah satu peserta PKM J dan sambutan dari ketua PKMJ Matematika. Kemudian masuk ke materi tentang mekanisme sidang oleh ka Hikmah. Materi yang disampaikan itu antara lain ada teknik persidangan, jenis-jenis persidangan, sifat-sifat persidangan, alur persidangan, perangkat persidangan, sampai penggunaan palu persidangan dan hasil persidangan.

Jenis-jenis persidangan itu antara lain :
1.    Forum Tertinggi
Contoh dari forum tertinggi itu antara lain sidang umum BPM, LLMJ, dll. Yang dibahas dalam forum tertinggi itu salah satunya adalah pertanggungjawaban satu periode kepengurusan.

2.    Sidang Paripurna
Sidang paripurna ini dihadiri oleh badan legislative yang bersangkutan. Sidang ini dilaksanakan untuk memutuskan suatu peraturan baru. Contohnya sebelum MPA, dilaksanakan sidang paripurna yang membahas tentang tata tertib selama MPA.

3.    Sidang Pleno
Sidang pleno dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Sidang ini dilaksannakan untuk membahas tentang kinerja kepengurusan.

4.    Sidang Istimewa
Sidang istimewa dilaksanakan apabila ada hal-hal yang istimewa terjadi. Kalau di Universitas, sidang istimewa dilakukan untuk mencari pengganti ketua atau wakil ketua lembaga eksekutif apabila terbukti melakukan pelanggaran PO ( peraturan OPMAWA ), dan apabila ketua atau wakil ketua tersebut meninggal ataupun diberhentiikan.

Sifat-siifat persidangan itu antara lain :
1.    Sidang Tertutup
Sidang tertutup hanya dihadiri oleh anggota dan undangan. Hasil dari persidangan ini tidak boleh disebarluaskan ke khalayak umum. Comntohnya sidang paripurna.

2.    Sidang Terbuka
Umumnya semua sidang bersifat tertutup, namun apabila ada kesepakatan sidang tersebut bisa menjadi sidang terbuka. Conntohnya sidang umum.

Alur persidangan itu antara lain :
1.    Pembukaan
2.    Pembacaan Agenda
Setelah pembacaan agenda, peserta dipernbolehkan untuk memberikan pendapat mengenai agenda yang ingin dibahas terlebih dahulu. Dan agenda dilaksanakan sesuai keputusan bersama.
3.    Pembahasan tata tertib sidang
Semua tata tertib persidangan dibahas pasal per pasal oleh seluruh peserta persidangan.
4.    Memulai persidangan
5.    Penutupan Sidang
Hasil dari persidangan disampaikan lagi pada saat penutupan sidang..

Perangkat persidangan itu antara lain :
1.    Ruang Sidang
Apabila sidang dilakukan di tempat terbuka maka harus ada batas-batas wilayahnya, seperti kran air, pohon, dll
2.    Berkas - Berkas atau Risalah
Berkas-berkas atau risalah ini berupa agenda atau masalah yang ingin dibahas dalam persidangan.
3.    Tata Tertib Sidang
4.    Konsidera
Konsidera adalah surat yang ditandatangani yang menyatakan keputusan persidangan.
5.    Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang harus berjumlah ganjil agar apabila ada pengambilan suara, maka dapat diambil keputusan suara terbanyak.
6.    Peserta
Peserta terdiri dari anggota, peninjau, dan undangan. Seorang petinjau tidak boleh memberikan pendapatnya, dan undangan tidak memiliki hak suara dalam persidangan. Pimsid 3 juga termasuk peserta sidang, pimsit 3 dapat menggantikan pimsit 1 apabila pimsit 1 harus meninggalkan persidangan sementara.
7.    Notulen
Yang bertugas menjadi notulen biasanya adalah pimsid 2.

Penggunaan palu persidangan pun ada aturannya. Mulai dari cara memukul, hingga jumlah ketukan. Pada saat mengetuk palu, posisi palu dimiringkan. Tujuannya agar suara ketukan lebih jelas. Satu ketukan untuk mengesahkan sebuah pendapat, mencabut pendapat, dan mengambil alih persidangan. Dua ketukan untuk menskorsing dan mencabut skorsing. Rentang skorsing adalah 5 menit.. tiga ketukan untuk membuka, menutup, dan mengesahkan kepusan akhir. Banyak ketukan pada ujung gagang palu untuk memperingatkan peserta sidang apabila kondisi mulai tidak kondusif. Apabila palu tersebut tidak diketahui, maka boleh digantikan dengan benda lain seperti pulpen. Namun, pimpinan sidang harus menjelaskan bagian-bagian benda tersebut sesuai bagian-bagian pada palu.

Hasil persidangan ada 2, antara lain :
1.    Keputusan
Keputusan sifatnya hanya mengikat anggotanya.
2.    Ketetapan
Ketetapan sifatnya mengikat seluruh masyarakat.

Kemudian setelah materi, ada simulasi persidangan yang dipandu oleh ka Hikmah. Simulasi persidangan ini menurut Delvi adalah kegiatan paling seru pada acara Pra PKMJ 1 kemarin. Pada simulasi ini, peserta PKMJ jadi lebih mengerti tentang jalannya proses persidangan.  

Setelah simulasi persidangan selesai, dilanjutkan dengan materi tentang mekanisme persidangan oleh ka Indah. Materi yang disampaikan antara lain tentang apa itu pemiilu, pemilihan ketua KPU, perangkat pemilu, peran-peran KPU, Panwaslu, dan DKPP serta penanganan masalah pada saat KPU berlangsuung. Materi dari ka Indah pun selesai dan dilanjutkan dengan ISHOMA.

ISHOMApun berakhir dan dilanjutkan dengan materi tentang LLMJ oleh ka Ricky. Ka Ricky memperkenalkan kepada kami mengenai LLMJ. Ka Ricky menyampaikan tentang apa saja fungsi legislative, struktur kepengurusan, dan agenda kerja LLMJ. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan materi tentang BEMJ Matematika oleh ka Hafiz. Sama seperti ka Ricky, ka Hafiz juga memperkenalkan kepada kami lebih dalam mengenai BEMJ Matematika. Ka Hafiz menyampaikan tentang struktur keorganisasian BEMJ Matematika serta agenda dan peran dari masing-masing anggota BEMJ Matematika.

Setelah materi selesai, kemudian saatnya temu kelompok. Anggota kelompok 15 yang hadir pada Pra PKMJ 1 ini lebih banyak dibandingkan pada saat briefing minggu lalu. Disini kami sharing dengan kaka fasil kami, yaitu ka Marom mengenai organisasi, dll. Pada saat temu kelompok, semua ketua kelompok disuruh mengumpulkan semua tugas anggota ke panitia. Dan mereka cukup lama tidak berkumpul bersama kami pada saat temu kelompok. Dan ternyata mereka juga terkena hukuman karena ada anggota kelompoknya yang tidak hadir dalam acara Pra PKMJ 1 ini. Sebenarnya menurut Delvi hal itu bukan seutuhnya kesalahan ketua, tapi itu adalah kesalahan kami semua.

Acara temu kelompok pun selesai dan acara Pra PKMJ 1 ditutup dengan pembacaan doa dan penutupan oleh pembawa acara. Dan akhirnya kami pun dipersilahkan untuk pulang. Oleh-oleh yang Delvi dapat dari Pra PKMJ 1 ini selain pengetahuan baru, adalah keinginan untuk menjadi anggota BEM atau LLMJ. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Padahal sebelumnya Delvi sama sekali tidak tertarik dengan BEM. Tapi ya begitulah, sesuai dengan pepatah. “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG ”. dan insyaa Allah Delvi akan menjadi anggota BEM atau LLMJ dengan izin dari orang tua tentunya.

Itulah sedikit banyak tentang pengalaman delvi mengikuti salah satu rangkaian kegiatan PKMJ Matematika UNJ 2015. Semoga teman-teman suka dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut ^^



Selasa, 20 Oktober 2015

Briefing PKMJ Matematika 2015

Assalamu’alaykum teman-teman…. Hari ini delvi akan berbagi pengalaman tentang salah satu rangkaian kegiatan PKMJ Matematika UNJ 2015 yang delvi ikuti. Salah satu rangkaian kegiatan itu adalah  briefing PKMJ Matematika 2015. Oh iya teman-teman sudah tahu belum apa sih PKMJ itu? Yaps, PKMJ itu adalah Pelatihan Kepemimpinan Mahassiswa Jurusan. Kalau di SMA namanya LDKS ( Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ), kurang lebih tujuannya sama seperti PKMJ. Sebelum acara PKMJ dilaksanakan ada briefing terlebih dahulu, tepatnya pada hari selasa tanggal 20 Oktober 2015 di IDB 2 lantai 7 pukul 13.00 - selesai.
Sebelum memasuki ruangan, para peserta diminta untuk mengisi presensi terlebih dahulu. Setelah perensi diisi peserta diminta melepas alas kaki dan memasuki ruang briefing. Acara pun dimulai dengan pembukaan oleh kak Dimas Ainul, dan dilanjutkan  pembacaan tilawah oleh salah satu peserta PKM J.
Bangun semangat totalitas, berjiwa militansi, tuk jadi pemimpin yang menginspirasi” itulah tema yang diangkat dalam acara PKMJ Matematika UNJ  tahun ini. tema yang sangat luar biasa dan membuat kami peserta PKMJ menjadi lebih bersemangat, terlebih jargon yang juga membakar semangat kami. Acara dilanjutkan dengan materi  tentang kesekretariatan dan Manajemen keuangan oleh kaka-kaka  pemateri dari jurusan matematika UNJ. Dalam materi tersebut banyak sekali pelajaran dan ilmu yang dapat diambil. Mulai dari tugas menjadi sekretaris, apa saja yang dilakukan oleh seorang sekretaris, penulisan penanda tangan proposal yang benar, pendapatan dana untuk kegiatan BEM dari Fakultas dan Universitas, sampai cara membuat laporan keuangan yang baik dan benar.
Setelah materi selesai, dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi PKMJ Matematika UNJ 2014. Pemutaran video itu menambah semangat kami para peserta PKMJ Matematika UNJ 2015 untuk mengikuti semua rangkaian acara PKMJ Matematika UNJ 2015. Kemudian acara temu kelompok dan kaka fasil. Dalam acara tersebut kami para peserta PKMJ Matematika UNJ 2015 dapat menanyakan berbagai hal ke kaka fasil. Banyak sekali pelajaran yang dapat  kami ambil dari pengalaman kaka fasil. Kaka fasil kami bernama ka Khusnul Marom. Acara temu kelompok tersebut dimulai dengan pernyataan alasan kami mengikuti PKMJ Matematika UNJ 2015. Dari semua anggota kelompok, hampir keseluruhannya memiliki alasan yang berbeda-beda. Mulai dari ingin menambah pengalaman, ingin belajar menjadi seorang pemimpin yang baik, hingga ingin memperbanyak link. Kaka fasil kami  mengatakan bahwa dalam melakukan suatu kegiatan positif tidak perlu terpaut pada suatu tujuan, karena kalau tujuan itu tidak tercapai maka kita akan meyalahkan kegiatan yang telah kita lakukan dan akan menyalahkan diri sendiri. Lebih baik dalam menjalankan kegiatan positif itu tidak perlu memikirkan apakah tujuan itu pasti tercapai atau tidak tetapi yang perlu dilakukan adalah menjalankan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya, maka manfatnya akan kita rasakan kelak.
Kemudian sesi tanya jawab dengan kaka fasil. Dalam sesi tanya jawab tersebut banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran. Salah satunya adalah supaya  bisa menyeimbangkan antara organisasi dan akademik,  kita harus bisa memanajemen diri, bukan memanajemen waktu. Karena waktu itu konstan satu hari 24 jam, 3600 detik, satu jam 60 menit, jadi kita tidak bisa memanajemen waktu, tetapi bagaimana cara kita untuk memanajemen diri sehingga kita tidak terlena dengan organisasi dan dapat menyeimbangkan antara keduanya. Setelah itu kaka fasil sharing tentang pengalaman mengikuti PKMJ Matematika UNJ, dari pemaparan kaka fasil kami menjadi semakin yakin untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan  PKMJ Matematika UNJ 2015 sampai selesai. Acara temu kelompok pun selesai dan acara briefing ditutup dengan pembacaan doa oleh ka Andri Kosiret. Dan akhirnya kami pun dipersilahkan untuk pulang.
Itulah sedikit banyak tentang pengalamanku mengikuti salah satu rangkaian kegiatan PKMJ Matematika UNJ 2015. Semoga teman-teman suka dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut ^^

Selasa, 13 Oktober 2015

Naskah Drama Jepang

assalamu'alaykum semua.... kalau kemarin saya sharing naskah drama bahasa indonesia, hari ini saya share naskah drama bahasa jepang yang dibuat oleh teman-teman SMA saya. semoga bisa menambah pengetahuan kalian ^^



TUGAS DRAMA JEPANG
 

Kelompok 9 :
1)         Ahmad Fadh Zainy
2)         Destri  Nia Prastisia
3)         Nurul Amirah Setiani
4)         Vera Nur Anadya
Pada hari pertama masuk sekolah liburan empat sahabat bertemu di halaman sekolah. Mereka berjalan bersama menuju kekelas mereka.
Desti : Ohayou  gozaimasu, ogenkidesuka? (selamat pagi, apa kabar?)
Nurul : Ohayou gozaimasu, haigenkidesu, anata? (selamat pagi, kabar baik, kamu?)
Desti : Hai genkidesu (kabar baik)
Nurul : Nagai watashitachi no misu o koto wa arimasen (sudah lama kita tak berjumpa)
Desti : Hai watashi misu tomodachi Vera san, Nurul san, Fadh Zainy san (ia aku kangen teman-teman Vera, Nurul, Fadh  Zainy)
Vera : Dono you ni kare no kyuka? (bagaimana liburannya)
Desti : Watashi Jogujanikaruta uchi no obasan e itte (aku pergi kejogja kerumah nenek)
Nurul : Watashi to kazoku wa yoku mouru de kaimono o shite (aku dan keluarga saya sering ke mall untuk belanja baju)
Fadh  : Watashi to kazoku wa yoku eigakan de ega o mite (aku sering kebioskop bersama keluarga)
Nurul : Anatawa do desuka? (kalau kamu bagaimana liburannya?)
Vera : Watashi ikana kareba, isoni watashi no tomodachi e iku (kalau aku kesingapur bersama teman kecilku)
Fadh  : Singapuru de nanio ka? (ngapain aja di singapur)
Vera : Kaimono shite to sanpo shite to shashin o kotte (belanja, jalan-jaan, dan foto-foto)
Desti : Anatawa toki e saru? (kapan kamu perginya?)
Vera : Mika no sensu made (minggu lalu sampai tiga hari)
Fadh : Furezentoga arimasuka?(ada oleh-oleh tidak?
Vera : Hai T-shatsu ga arimasu (ia ada ini kaos untuk kalian)
Fadh, Nurul, Desti : Arigatou Vera (makasih Vera)
Vera : Hai (ia sama-sama)
Fadh  : Minasan Kyoshitsu e hairimasu (ayo kita masuk kekelas)
Nurul : Hai minasan koci-koci (ia teman-teman ayo)
Desti : Hai (ia)

Senin, 12 Oktober 2015

Naskah Drama Rapunzel

assalamu'alaykum semua.... hari ini saya ingin memposting naskah drama yang saya dan teman-teman saya buat ketika ujian praktik bahasa indonesia SMA. semoga teman-teman suka dan bisa terinspirasi dari naskah drama ini ^^

RAPUNZEL



Pemeran
Agustina          : Pengawal
Claudia            : Penyihir
Delvi                : Kelinci
Findas              : Cinderella
Fikri                 : Rapunzel
Novita              : Naga
Rifky                : Pangeran

Narator    :  Disebuah kerajaan yang makmur dan damai hiduplah seorang Raja dan Ratu yang baik      hati. Raja dan Ratu sudah lama menikah, namun belum dikarunia seorang anak pun. Akirnya doa Raja dan Ratu terkabul, mereka dikarunia seorang putri cantik, yang diberi nama Rapunzel. Namun, kebahagiaan itu juga disertai dengan duka, sang Ratu meninggal setelah melahirkan Rapunzel. Penyihir yang mendengar kabar bahwa sang Raja telah dikaruniai anak.
Penyihir   : “Hahaha.. akhirnya wanita jelek itu mati juga.. untuk menambah penderitaannya akan kuculik anaknya”
Narator    : Penyihir pun berhasil menculik Rapunzel. Dia mengurung Rapunzel di menara yang sangat tinggi. Rapunzel dikurung dan diasingkan dari dunia luar dan diperlakukan seperti pelayan. Rapunzel pun tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut panjang yang sangat cantik. Rasa keingintahuan Rapunzel akan dunia luar pun semakin besar. Tanpa sengaja dia menemukan jalan keluar dari menara tinggi itu. Jalan tersebut adalah jalan pintas yang berada dibelakang lemari, jalan itu tembus ke pohon ajaib yang berada dihutan
Rapunzel  : (senang) “Akhirnya kita  bisa keluar juga Kelinci.”
Kelinci     : (takut) “Lebih baik kita kembali kedalam saja Rapunzel, disini gelap sekali. Sangat            menyeramkan.”
Naga          : (tertawa meremehkan) “Kamu jangan penakut begitu dong. Nanti kalau ada penjahat akan kusembur dengan api kebangganku.”
Rapunzel   : “Benar kata Naga. Ayo kita telusuri hutan sebelum Nyonya pulang.”
Narator      : Rapunzel pun terkagum-kagum dengan dunia luar yang baru dilihatnya. Pangeran yang saat iu sedang berburu, tanpa sengaja bertemu dengan Rapunzel.
Pangeran   : (kagum) “Wahai gadis cantik, apa yang sedang kamu lakukan disini?”
Rapunzel   : (ketakutan) “Siapa kamu? Nyonya pernah berkata ada orang jahat di hutan. Itu pasti kamu kan?”
Pangeran   : “Aku bukan orang jahat, aku hanya sedang berburu. Kalau boleh saya tau siapa namamu? ” (mengulurkan tangan)
Rapunzel    : (mengabaikan tangan pangeran) “Nama saya Rapunzel.”
Pangeran    : “ Kamu tinggal di hutan ini?”
Rapunzel     : (menggelengkan kepala) “Tidak. Aku tinggal di menara tinggi disana. Ya ampun aku sudah terlalu lama di hutan, aku harus segera mencari sahabatku dan kembali ke menara sebelum nyonya pulang.” (pergi meninggalkan pangeran)
Pengawal    : “Tadi aku melihat Naga dan Kelinci sedang berlarian pangeraan. Aku ingin memburunya”
Rapunzel     : “Itu sahabat-sahabatku!”
Cinderella    : “Benarkah?”
Rapunzel       : “Yaaa”
Pangeran      : “Tunggu…”
Narator         : Pangeran berusaha mengejar Rapunzel, namun  Pangeran kehilangan jejak Rapunzel. Rapunzel berhasil sampai ke menara sebelum Penyihir datang.
Penyihir        : “Rapunzelll.. turunkan rambutmu yang indah.”
Rapunzel       : “Baik Nyonya…” (menurunkan rambutnya)
Narator          : Penyihir keatas menara dengan menggunakan rambut Rapunzel.
Penyihir        : “ Apa kamu keluar menara Rapunzel?”
Rapunzel      : (menunduk) “Tidak Nyonya. Saya selalu di menara seperti biasa.”
Penyihir       : “Bagus. Kamu lebih baik jangan keluar dari menara ini. Kamu tau kan niat saya itu baik. Saya tidak ingin kamu diserang orang jahat dihutan itu.”
Rapunzel     : “Saya mengerti Nyonya.”
Narator       : Keesokan harinya, sepert biasa Penyihir pergi ke kota untuk mencari makanan. Rapunzel memikirkan kata-kata Penyihir tentang penjahat yang berada di hutan. Dia pun mulai memikirkan pemuda yang ditemuinya kemarin di hutan. Rasa penasaran Rapunzel kepada pemuda itu membuatnya ingin kehutan lagi dan bertemu pemuda itu. Rapunzel pun kembali menyelinap keluar hutan melalui jalan rahasia yang ditemukannya kemarin.
Kelinci        : “Rapunzel.. ayo kita kembali ke menara, kamu dengarkan kata Nyonya tentang orang jahat itu. Siapa tau pemuda  yang kemarin adalah orang yang dimaksud.”
Naga          : “Kamu terlalu berburuk sangka Kelinci, sepertinya laki-laki yang kemarin itu orang yang baik.”
Rapunzel   : “Benar Kelinci, pemuda itu terlihat seperti orang baik. Lagipula aku ingin banyak bertanya tentang dunia luar hutan kepadanya. Dia pasti tau banyak hal.”
Naga            : “Dan juga dia sangat tampan..” (tersenyum)
Kelinci         : “Halah kamu ini Naga, mudah sekali tergoda oleh pemuda itu. Tapi bagaimana jika kita ketahuan   Nyonya kalau kita keluar dari menara? Lebih baik kita kembali saja ke menara.”
Rapunzel    : “Kita tak akan lama disana, dan sebelum Nyonya pulang, kita pasti sudah kembali ke menara.”
Narator          : Pangeran yang masih penasaran tentang Rapunzel pun memutuskan untuk kembali ke hutan. Tepat pada saat Pangeran sampai dihutan, Rapunzel pun tiba dihutan.
Pangeran       : “Tak disangka kita bertemu lagi Rapunzel.”
Rapunzel        : “Kamu pemuda yang kemarin kan?”
Pangeran        : “ Iya. Tujuanku ke hutan ini untuk bertemu denganmu.”
Kelinci             : “Untuk apa kamu ingin menemui Rapunzel?”
Pangeran        : (terkejut) “Kamu bisa berbicara Kelinci?”
Kelinci             : “Tentu saja. Aku dan naga ini bisa bicara.”
Pangeran       : (semakin terkejut)”Naga ini juga bisa bicara?”
Naga               : “Iya aku juga bisa berbica.”
Rapunzel        : “Mereka adalah sahabat-sahabatku. Mereka yang selama ini menemaniku dimenara.”
Naga                : “Jadi untuk apa kamu ingin bertemu dengan Rapunzel?”
Pangeran        : “Aku ingin mengudang Rapunzel ke pesta dansa dikerajaanku. Sebelum itu aku ingin memperkenalkan diriku”
Rapunzel        : (berteriak) “Tidak.. Jangan katakan namamu..”
Pangeran       : “Kenapa aku tidak boleh mengatakan namaku?”
Rapunzel       : “Lainkali akan aku jelaskan. Saat ini aku harus kembali ke menara, sebentar lagi Nyonya akan pulang.”
Pangeran      : “Baiklah.. Cinderella, apakah kamu membawa undangan lebih?”
Cinderella    : “Iya kak, kebetulan aku membawa lebih”
Pangeran    : “berikan undangan itu ke Rapunzel”
Rapunzel    : “Terimakasih, cin…cin…”
Cinderella  : “Cinderella”
Narator      : Rapunzel dapat berhasil kembali ke menara sebelum sang Penyihir datang. Namun kali ini Rapunzel membuat suatu kesalahan. Dia meninggalkan jejak berlumpur di lantai menara. Penyihir pun mulai curiga kepada Rapunzel.
Penyihir     : “Rapunzel apakah kamu keluar menara?”
Rapunzel   : “Tidak Nyonya, saya hanya di menara saja.”
Penyihir     : (membentak) “Jangan bohong kamu Rapunzel!  Saya tau kamu keluar menara. Jejak kakimu yang kotor ada dilantai.”
Rapunzel    : “Maafkan saya Nyonya..”
Penyihir      : “Siapa yang kamu temui diluar sana Rapunzel?”
Rapunzel       : “Sa… saya tidak tau namanya Nyonya.”
Penyihir         : “Lagi-lagi kamu berbohong padaku Rapunzel. Sebagai hukumannya akan kupotong rambut indahmu.” (memotong rambut Rapunzel)
Rapunzel       : “Maafkan saya Nyonyaa… Maafkan lah saya.” (menangis)
Penyihir         : (mengucapkan mantra) barang siapa yang berdusta, tidak akan dapat keluar dari menara ini selama-lamanya. “Tempat ini sangat cocok untuk pembohong sepertimu. Kamu tinggal di menara ini sendiri tanpa teman-temanmu.”
Narator          : Penyihir pun pergi membawa rambut Rapunzel. Dia pergi ke pesta, menyamar sebagai Rapunzel. Sesampainya di pesta, Pangeran yang menyangka Penyihir sebagai Rapunzel, langsung mendekati Penyihir. Pangeran sangat senang karena Rapunzel bisa hadir di pesta itu.
Pengawal       : (berbisik kepada Cinderella yang berada disamping Pangeran) “Cinderella, Rapunzel telah tiba…”
Cinderella       : “Benarkah itu? Dimana dia sekarang?””(celingak celinguk)
Pengawal        : “Rapunzel sedang masuk kedalam”
Cinderella       : “Pangeran, Rapunzel telah tiba”
Pangeran        : “Benarkah?” (sumringah, mencari cari)
Cinderella       : “Benar pangeran, itu dia Rapunzel”(menunjuk Rapunzel)
Pangeran       : “Rapunzel..” (teriak memanggil Rapunzel)
Penyihir          : (membalikkan badan)
Pangeran        : “Akhirnya engkau datang, kupikir engkau tidak akan kemari”
Penyihir           : (tertawa cantik)
Pangeran         : “Mari berdansa denganku” (mengajaknya untuk menggandeng)
Penyihir           : (menggandeng pangeran)
Narator           : Saat Penyihir mengangkat tangannya untuk berdansa, tiba tiba rambut yang digunakan Penyihir untuk menyamar terjatuh. Pangeran pun terkejut
Pangeran         : “Siapa kamu sebenarnya?”
Penyihir           : (tertawa jahat)
Pangeran         : “Dimana Rapunzel? Kau apakan dia?”
Penyihir            : “Kau tidak akan bertemu lagi dengannya”
Narator            : Sementara itu di menara, Naga dan Kelinci menuju ke menara untuk memberitahu Rapunzel bahwa Penyihir ke istana untuk menghadiri acara pesta dansa dan memberitahu cara keluar dari menara
Kelinci             : Rapunzel…rapunzel…”
Rapunzel         : “Ada apa?”
Naga             : “Keluarlah, kau bisa keluar dari menara dengan mantra untuk pendusta ini karena engkau tidak berdusta”
Rapunzel     : “Astagfirullah, aku baru sadar”
Naga            : “Cepat keluar Rapunzel, penyihir pasti sedang berdansa dengan pangeran”
Kelinci         : “Ayo Rapunzel, kita segera kesana”
Rapunzel    : (masuk kepintu ajaib)
Narator      : Rapunzel pun tiba di istana dengan teman-temannya.
Rapunzel   : “Pangeran…”
Pangeran   : “Rapunzel, aku khawatir denganmu. Kukira aku tidak akan bertemu lagi denganmu”
Kelinci        : “Iya pangeran, Rapunzel dikurung olehnya(menunjuk penyihir)”
Naga          : “Iya, Rapunzel dikurung dengan mantra pendusta”
Kelinci       : “sedangkan Rapunzel bukan pendusta”
Penyihir    : “Impossible! Bagaimana bisa?”
Kelinci      : “Rapunzel bukan pendusta!”
Naga        : “Ya, dia bukan pendusta sepertimu”
Penyihir  : (kesal)
Narator  : Rapunzel dan sahabat sahabatnya pun berlari kehutan, karena penyihir marah
Penyihir  : “Awas kalian kalau tertangkap!”
Naga       : “Aku punya ide, ikut aku” (menarik tangan kelinci)
Narator : Naga memberitahu idenya kepada kelinci, bahwa ia akan memasang jebakan untuk penyihir agar penyihir masuk kedalam menara dengan mantra dusta
Penyihir : (teriak)

Narator : penyihirpun tersandung dan masuk kedalam menara melalui pohon ajaib. Rapunzel, Pangeran, dan sahabat-sahabatnya pun hidup bahagia

                                                          ----- SELESAI -----

Created by : Agustina, Claudia, Delvi, Findas, Fikri, Novita Indah, dan Rifky.            
Picture from : disney.wikia.com