Minggu, 16 Agustus 2020

Cara Mengetahui Kondisi Hati dan Mengobatinya

 

Manusia terkadang tidak tahu apakah hatinya sedang sakit atau tidak. Lantas apa yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui posisi hatinya? Layaknya seseorang yang tidak tau sedang sakit atau tidak dirinya secara fisik, maka ia akan pergi ke dokter. Dokter tersebut akan mengetes dan memeriksa kondisi fisiknya. Dokter yang spesialis akan mengobati seseorang sesuai dengan kondisi kebutuhannya. Begitu pula seseorang yang tidak tahu penyakit yang ada dalam hatinya, oleh karena itu dia harus bertemu dengan gurunya. Dalam sebuah ungkapan dikatakan, lau laa murobbi maa’araftu Robbi artinya jika bukan karena murobbi aku tidak akan kenal akan Tuhanku.

Seseorang yang sering melakukan sesuatu, maka akan menganggap sesuatu itu hal yang biasa. Padahal bisa jadi apa yang dilakukannya merupakan sesuatu hal yang melenceng. Namun untuk orang tertentu seperti gurunya mengerti bahwa apa yang dilakukannya mulai melenceng. Maka salah satu cara untuk mengetahui kondisi hati adalah dengan berkonsultasi.

  Kita dapat mencontoh kisah Amirul Mukminin, ialah Umar Bin Khattab. Umar bin khattab datang kepada Salman Al-Farizi, ia bertanya “ Salman tolong jelaskan padaku apa aib dan kekurangan pada diriku?” salman mengatakan tidak ada. Umar bin Khatab bertanya lagi “Apa yang pernah kau dengar dari masyarakat tentang diriku?, lalu Salman pun menjelaskannya. Satu hal yang dapat kita ambil bahwa tanda-tanda orang yang ingin diperbaiki hatinya adalah ia ingin orang lain menasehatinya.

 Obat yang efektif untuk hati ada berbagai cara yang bisa di sesuaikan dengan jenis penyakitnya. Sifat sombong maka obatnya Tawadhu, seperti kisah Abu Dzar dan Bilal, suatu ketika Abu Dzar mengatakan kepada Bilal “ Wahai seseorang yang kulitnya hitam”. Rasulullah SAW pun bersabda, “Engkau wahai abu Dzar, dihati kamu masih ada karakter Jahiliyah”. Maka abu Dzarpu  langsung menempelkan wajahnya ke tanah, ia pun sadar akan kesalahannya. Begitupun ketika kita mengetahui ada sifat sombong dalam diri kita, maka kita harus tawadhu: menyapa orang, merapikan sandal di Masjid, dll.

Sifat kikir maka obatnya banyak berinfak tanpa diketahui siapapun. Keras hatinya maka harus dicari bagaimana hatinya agar semakin lunak. Jika hatinya tidak ingat tentang akhirat maka ia harus perbanyak dzikir. Kalau hatinya cinta dunia maka dirubah menjadi cinta akhirat. Masing-masing orang berbeda cara mengobatinya.

Sombong itu milik Allah, maka dihadapan orang yang sombong kita tidak boleh tawadhu atau merendah. Hal itulah yang terjadi  didapati dari para sahabat, mereka tidak pernah tunduk dan merendahkan diri di hadapan orang-orang musyrik. Mereka punya izzah, punya harga diri tidak bisa direndahkan.

Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Sedang perihal masalah-masalah amal khoiri, kalau tidak diposting maka masyarakat tidak akan mengetahui. Bukan untuk riya, melainkan agar masyarakat mengetahui ada hal-hal yang memang harus dikerjakan bersama-sama, semisal ada bencana kemudian ada sebagian orang yang bergerak untuk membantu. Hal tersebut dilakukan semata-mata niatnya hanya untuk memberikan semangat dan contoh kepada orang disekitarnya untuk melakukan amal kebaikan. Jadi, ada beberapa hal yang memang sudah semestinya ditampakkan dan ada pula yang tidak perlu ditampakkan.


Sumber :

https://youtu.be/_A9JbTOuj60

https://youtu.be/VxQXIuWgPmc


Sabtu, 19 Agustus 2017

PKM UNJ 3

PKM UNJ 3



BEM UNJ kembali menyelenggarakan PKM UNJ 3 Jum’at (21/07/2017) di Kampung Aquarium, Jakarta Utara. Peserta PKM UNJ berkumpul dilokasi pada pukul 08.00 WIB. Setelah beberapa waktu, panitia memberikan arahan kepada peserta terkait apa yang harus dikerjakan dan beberapa arahan terkait pengabdian masyarakat yang akan dilakukan disana. Setelah pemberian arahan dari panita, peserta dibagi menjadi 7 kelompok besar dan menyebar kesegala penjuru kampung aquarium untuk mengetahui kondisi masyarakat disana serta apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selama berkeliling, banyak sekali pelajaran yang dapat diambil oleh peserta, salah satunya adalah tentang syukur. Banyak hal yang terjadi disana, namun masyarakat di kampung aquarium masih bisa memberikan senyumannya dan seringkali mengucapkan rasa syukur kepada Allah, atas nikmat yang masih Allah berikan. Banyak sekali pelajaran hidup yang didapatkan disana, bagaimana masyarakat disana tetap tegar ditengah-tengah ujian yang mereka hadapi.

Setelah semua kelompok mendapatkan data, maka data tersebut dilaporkan dan didiskusikan terkait kebutuhan masyarakat disana. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pengajaran serta membangun taman bacaan anak-anak selama pengabdian masyarakat disana. Selama melakukan pengabdian masyarakat, dibentuklah kepanitiaan. Pengabdian masyarakat yang kami lakukan berlangsung selama 2 minggu.


Selama 2 minggu itu, tim pengajaran melakukan pengajaran kepada anak-anak yang ada di kampung aquarium. Anak-anak disana terlihat antusias dan menikmati pengajaran yang diberikan. Tim danus mulai mencari dana untuk pengabdian masyarakat tersebut. dan tim pembangunan mulai membangun taman bacaan untuk anak-anak. Di hari terakhir pengabdian masyarakat yang kami lakukan, kami menyelenggarakan sebuah acara yang dihadiri oleh pihak universitas, kakak-kakak dari BEM UNJ serta penampilan dari anak-anak disana sebagai penutup.


#PKMUNJ2017
#PemudaMasaKini
#PemimpinMasaDepan

Sabtu, 24 Juni 2017

PKM UNJ 2



PKM UNJ 2 Jilid 1
BEM UNJ kembali menyelenggarakan PKM UNJ 2 Jilid 1 Sabtu (17/6/2017) di gedung sertifikasi guru lantai 8. Acara PKM UNJ 2 jilid 2 ini dimulai pada pukul 08.30 WIB, dibuka dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh salah satu peserta.
Pada PKMU 2 jilid 1, diawali dengan presentasi salah satu kelompok mengenai kunjungan BEM BSJB, lebih tepatnya ke BEM STEI TAZKIA dan Kementrian pertanian yang membahas tentang isu pabrik semen. Setelah presentasi selesai, materi yang disampaikan selanjutnya adalah mengenai Manajemen Isu oleh pemateri Dr. Arya Sandhiyudha, Ph.D (pengamat politik internasional). Manajeman isu adalah sebuah manajemen opini yang bertujuan untuk penyadaran, pencerahan, dan penyikapan terhadap isu-isu yang ada.
Ada enam tipologi dalam manajemen isu, diantaranya; pekerja, yaitu orang yang fokus terhadap tugas dan fungsi; pemikir, yaitu orang yang mendalami konten isu, berfilosofi terhadap isu; lobies, yaitu orang yang memiliki tipikal hemat berbicara, namun banyak  melakukan lobi; engineer, yaitu orang yang berperan sebagai desainer organisasi, menyusun dan merancang isu; selebrity, yaitu orang yang memiliki tipikal sadar akan popularitas dan tipikal ini suka memposting isu yang belum keluar di media; opinion leader, yaitu orang yang memiliki agenda, tampil dengan ide, termasuk mengelola isu. Media memiliki peran penting dalam manajemen isu.
Oleh karena itu kita sebagai generasi muda tidak boleh anti media.  Setelah materi yang disampaikan selesai, acara selanjutnya adalah pemberian kenang-kenangan dari panitia PKM UNJ 2017. Pesertapun dipersilahkan untuk istirahat dan melaksanakan ibadah solat dzuhur.

Acara kembali dilanjutkan pada pukul 12.30 WIB, peserta dibagi menjadi 4 kelompok besar untuk berdiskusi terkait isu luar kampus, yang meliputi hak angket DPR, tarif dasar listrik, supremasi hukum kekerasan seksual, dan reklamasi. Setelah berdiskusi, peserta dipersilahkan untuk mementaskan theatrical drama mengenai isu yang diangkat sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Peserta sangat antusias dalam melaksanakan theatrical tersebut, diselingi dengan adegan-adegan lucu yang dimainkan oleh para peserta. Setelah selesai, acara selanjutnya adalah pembacaan doa penutup dan peserta diperkenankan meninggalkan lokasi.

PKM UNJ 2 Jilid 2
PKM UNJ 2 Jilid 2 Minggu (18/6/2017) telah diselenggaran di Aula Daksinapati. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dan dibuka dengan pembacaan tilawah oleh perwakilan peserta.
Kegiatan PKMU 2 jilid 2 ini berupa presentasi kelompok terkait hasil anjangsana ke BEM BSJB dan kementrian kementrian. Dari hasil seluruh presentasi kelompok dapat disimpulkan bahwa tidak semua sistem BEM yang ada di BEM BSJB sama, termasuk dalam hal pengkaderan maupun dalam bentuk kepemerintahannya. Dibeberapa universitas, ketua BEM disebut sebagai president mahasiswa, karena beranggapan bahwa president mahasiswa berarti president atau pemimpin dari semua mahasiswa yang ada, bukan hanya pemimpin dari anggota BEM. Namun, kesemua lembaga eksekutif yang ada sudah menggambarkan sebuah miniatur negara, yang memang sejatinya bahwa perguruan tinggi adalah sebuah miniatur dari negara ini.

Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil kunjungan dan diskusinya, acara selanjutnya adalah berdiskusi. Peserta kembali dibagi dalam empat kelompok besar. Masing-masing perwakilan kelompok memaparkan hasil dari kunjungannya dan angket terkait UPT . dan dilanjutkan dengan berdiskusi mengenai isu dalam kampus. Ada 4 isu dalam kampus yang diangkat, antara lain, isu mengenai MPA, UKT, Parkiran dan komersialisasi. Setelah diskusi selesai, dilanjutkan dengan penutupan dan pemberian beberapa informasi mengenai PKM UNJ 3.


#PKMUNJ2017
#PemudaMasaKini
#PemimpinMasaDepan
PKM UNJ 1



PKM UNJ 1 Jilid 1
BEM UNJ menyelenggarakan PKM UNJ 1 Jilid 1 Minggu  (4/6/2017) di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 1. PKM UNJ 2017 ini disambut antusias oleh Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Puluhan peserta telah memadati tempat acara sebelum acara dimulai. Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.00. Sebelum acara dimulai, panitia mempersilahkan peserta yang belum solat dhuha untuk melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu.
Setelah selesai mengisi daftar hadir, peserta mulai memadati aula gedung sertifikasi guru lantai 1. Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta totalitas perjuangan. Setelah selesai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib, sosialisasi kelompok serta penugasan, dan diskusi kelompok sampai dengan pukul 11.30. Selanjutnya peserta diperkenankan untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah solat dzuhur.
Acara dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB dengan pemateri Bambang Irawan ( koordinator pusat BEM SI 2015). Materi yang disampaikan mengenai Public Relation. Penyampaiannya yang santai dan menarik membuat peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Beliau menyampaikan pengertian tentang public relation, tujuan dan hal-hal yang berkaitan dengan public relation. Tujuan dari public relation antara lain adalah untuk menumbuhkan citra positif organisasi, mendukung program organisasi dan mengembangkan fungsi sinergitas organisasi. Beliau juga menceritakan tentang pengalaman hidupnya, bagaimana public relation yang pernah beliau lakukan. Setelah materi selesai, acara selanjutnya adalah pemberian kenang-kenagan dari panitia PKM UNJ 2017 dan dilanjutkan dengan doa penutup.

PKM UNJ 1 Jilid 2
PKM UNJ 1 Jilid 2 Sabtu (10/6/2017) telah diselenggaran di Gedung Hasyim Ashari Lantai 3. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka dengan pembacaan tilawah,menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta totalitas perjuangan. Materi yang disampaikan pada PKM UNJ 1 jilid 2 ini mengenai Rekayasa Sosial yang disampaikan oleh Muhammad Rusdi (Deputy President KSPI).
Muhammad Rusdi mengatakan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat adalah akibat dari ketidaksesuaian unsur-unsur nilai dan norma sosial yang dianut selama ini. Tujuan dari adanya perubahan sosial adalah terciptanya tatanan sosial ekonomi, budaya dan politik yang lebih baik. Yang berkeadilan, beradab dan sejahtera. Sebagai seorang pemuda, kita memiliki peran penting dalam melakukan perubahan sosial tersebut. Setelah materi yang disampaikan oleh Muhammad Rusdi, acara senjutnya adalah pemberian kenang-kenangan dari panitia PKM UNJ 2017. Peserta pun dipersilahkan untuk istirahat dan solat dzuhur.
Acara kembali dilanjutkan dengan kumpul kelompok pada pukul 12.30 WIB. Setelah kumpul kelompok, materi selanjutnya adalah Urgensi Kontra Intelegent yang disampaikan oleh Moses Caesar Assa S.Pd, M.Sc. Kontra intelegent merupakan suatu upaya untuk mengendalikan lawan-lawannya dengan menghalangi atau memanipulasi informasi yang relevan. Tujuan dari kontra intelegent adalah untuk kepntingan nasional, sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Tahapan-tahapan dari kontra intelegent antara lain; emerging issue, interpretation, signals dan future. Setelah materi selesai, acara selanjutnya adalah pemberian kenang-kenangan dari panitia PKM UNJ 2017. Acara ditutup dengan penyampaian beberapa informasi dan doa penutup.

#PKMUNJ2017
#Pemuda MasaKini

#PemimpinMasaDepan

Jumat, 03 Juni 2016

PRESS REALESE-DISKUSI KELOMPOK 5

BIDIKMISI

Kamis, 26 Mei 2016, telah diadakan diskusi oleh kelompok 5. Berikut hasil diskusi kami :

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang hanya ditunjukkan untuk calon mahasiswa tidak mampu. Bidikmisi merupakan bantuan dari pemerintah untuk mahasiswa berprestasi yang kekurangan secara finansial. Penerima bidikmisi dibebaskan dari uang kuliah karena uang kuliah mereka ditanggung oleh negara. Selain dibebaskan dari uang kuliah, penerima beasiswa bidikmisi juga mendapatkan uang saku per bulannya. Terkadang uang saku yang diterima tidak sesuai dengan jadwal, namun hal tersebut bukanlah sebuah masalah besar. Kemudian dalam beasiswa bidikmisi juga ada beberapa agenda kebaikan, seperti KBM ( Kampung Bidikmisi) dan masih banyak lagi. Penerima beasiswa bidikmisi juga dapat ditarik apabila mahasiswa tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk menerima beasiswa bidikmisi. Apabila ada salah satu mahasiswa yang ditarik kembali beasiswa bidikmisinya, maka beasiswa bidikmisi tersebut di berikan kepada penerima beasiswa bidikmisi pengganti. Sekian Press Release Diskusi kelompok 5.

Kampusku Rumahku

         Hampir semua pelajar yang masih duduk di bangku sekolah pada dasarnya merasa bahwa sekolah mereka adalah rumah kedua bagi mereka, karena hampir setengah hari yang mereka miliki dihabiskan di sekolah. Begitupun dengan seorang mahasiswa, apalagi seorang aktivis kampus yang bahkan diwaktu liburpun mereka tetap mendatangi rumah kedua ini. Sama seperti peran guru disekolah sebagai orangtua kedua bagi para siswa, peran tersebut juga dipegang oleh dosen-dosen dikampus. Oleh karena itu sudah seharusnya seorang mahasiswa mengetahui betul seluk beluk rumah kedua mereka ini, terutama isu-isu yang ada di dalamnya. Hal terdekat yang harus mereka tau adalah isu-isu kampus di prodi masing-masing.
Isu-isu yang beredar dikalangan mahasiswa program studi pendidikan matematika sendiri kurang lebih sama seperti isu-isu yang beredar dikampus. Hal tersebut dikemukakan oleh kepala departemen Advokasi dan Keolahragaan BEM MATEMTIKA 2016-2017, Sigit Galih Nugroho ( pendidikan matematika 2014). Dalam wawancara beliau mengemukakan bahwa isu-isu yang ada di prodi pendidikan matematika sejauh ini belum ada masalah berat, masalah yang ada masih sama seperti masalah yang menimpa UNJ, yaitu seperti masalah kenaikan UKT pada golongan 3-8.
Selain itu, isu-isu yang beredar di kalangan mahasiswa program studi pendidikan matematika adalah masalah parkiran UNJ yang terkesan kumuh. Kehilangan helm di parkiran UNJ yang menimpa beberapa mahasiswa, padahal tidak lebih dari satu hari mereka memarkirkan kendaraan mereka. Diharapkan isu-isu yang beredar di kalangan mahasiswa tersebut segera diselesaikan, agar tidak ada lagi masalah-masalah yang menimpa mahasiswa dan seluruh civitas akademika di kampus tercinta.

Jumat, 06 Mei 2016

PAM1 UNJ 2016

KEADVOKASIAN KAMPUS
Narasumber : Bapak Nasrulloh Nasution, S.H., M.Kn

            Berbicara mengenai keadvokasian maka kita akan berbicara mengenai fenomena ketidakadilan dan pelanggaran HAM. Fenomena ketidakadilan dan pelanggaran HAM ini sering kali kita saksikan di negeri ini. Hukum yang berlaku terkesan tajam kebawah. Maksudnya adalah hukum sangat mudah menjerat rakyat kecil dan sangat sulit menjerat orang-orang yang memiliki kedudukan di negeri ini. Seperti contoh pada kasus yang menimpa nenek Minah yang mencuri 3 buah kakao, nenek Minah divonis selama 1 bulan 15 hari hanya untuk 3 buah kakao. Bandingkan dengan orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi di negeri ini.
            Sejatinya setiap manusia di dunia ini berhak mendapatkan keadilan, karena manusia memilik HAM ( Hak Asasi Manusia ). HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia bahkan ketika manusia itu masih berada dalam kandungan. HAM memiliki sifat universal, alamiah, mengandung norma yang penting walaupun tidak seluruhnya bersifat mutlak dan hak-hak tersebut mengimplikasikan kewajiban. Ketika seseorang memiliki hak maka dengan adanya hak tersebut orang itu juga memiliki kewajiban untuk memberikan hak-hak orang lain.
            Ada sebuah kalimat yang berbunyi “Hukum selalu tertinggal dari ilmu pengetahuan lainnya”. Maksud dari kalimat tersebut adalah sebelum terciptanya sebuah hukum maka ada peristiwa yang terjadi sebelumnya. Penegakkan hukum merupakan salah satu bentuk dari tindakan pengadvokasian. Advokasi berarti pembelaan. Advokasi itu sendiri memiliki tujuan untuk membela hak-hak manusia, memajukan kesejahteraan bersama, merubah suatu kebijakan yang di anggap kurang tepat, dan menciptakan suatu kebijakan baru untuk kesejahteraan bersama.
            Advokasi tidaklah sama dengan revolusi. Advokasi merupakan aksi strategis, sistematis, dan kontinue yang dilakukan perseorangan ataupun kelompok untuk melakukan perubahan kebijakan publik yang menyimpang dengan tujuan membela kaum lemah dan korban ketidakadilan. Sedangkan revolusi merupakan sebuah aksi spontan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan perubahan pada negeri ini ketika adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi ataupun hal-hal yang dirasa kurang tepat.
            Advokasi ada tiga macam. Pertama advokasi litigas, advokasi litigasi berupa pendampingan, dan pembelaan hingga menyelasikannya sampai proses peradilan. Contoh advokasi litigasi adalah pengacara. Kedua adalah advokasi non litigasi, advokasi ini berupa pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, kampanye, dan lain-lain. Advokasi yang dilakukan di kampus-kampus adalah advokasi non litigasi. Dan yang ketiga adalah advokasi ekstra litigasi, yaitu berupa iuditial review kebijakan publik.
            Advokasi sendiri ada karena adanya ketidakadilan, abuse of power atau kekuasaan yang melebihi batasnya, serta karena adanya orang-orang yang mampu tapi tidak mau dan orang orang yang tidak mampu tapi mau.
            Advokasi yang baik adalah advokasi yang berorientasi pada kepentingan publik, advokasi edukasi, tidak ‘balming the victims’, tidak menjadi monopoli kaum elit tapi juga organisasi masyarakat di level akar rumput (grass root), serta merupakan sarana untuk memperjuangkan perubahan kebijakan dan keadilan sosial.

TEKNIK  INVESTIGASI DAN NEGOSIASI
Narasumber : Bapak Harry Kurniawan, S.H., M.H

            Dalam dunia advokasi kita mengenal yang namanya innvestigasi. Investigasi adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk mengungkap suatu fakta berupa penyidikan dan penyelidikan dengan cara mencatat, merekam, dan meninjau untuk tujuan mendapatkan fakta dan memperoleh jawaban. Penyelidikan dan penyidikan memiliki pengertian yang berbeda. Penyelidikan berarti mengumpulkan fakta-fakta untuk mengungkap pelaku suatu kejadian, sedangkan penyidikan berarti mencari informasi mengenai dasar dan tujuan dari pelaku suatu kejadian. Jadi penyelidikan dilakukan sebelum pelaku ditemukan dan penyidikan dilakukan setelah sudah ditemukannya pelaku.
            Selain investigasi, kita juga mengenal yang namanya lobbying dan negosiasi. Lobbying adalah suatu cara mempengaruhi seseorang untuk melakukan suatu tidakan atau keputusan. Negosiasi adalah suatu tindakan untuk mencapai kesepakatan melalui diskusi formal. Lobbying dan Negosiasi merupakan bentuk dari advokasi non litigasi.
Walaupun lobbying dan negosiasi sama-sama merupakan bentuk advokasi non litigasi, namun keduanya memiliki perbedaan. Lobbying bersifat informal, tidak terikat waktu dan tempat, serta dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang. Sedangkan negosiasi bersifat formal serta terikat waktu dan tempat.
Lobby terbagi menjadi dua macam. Pertama adalah lobby langsung, yaitu dengan pertemuan pribadi, pernyataan singkat, percakapan lewat telephon, dan lain sebagainya. Kedua adalah lobby tidak langsung, yaitu melalui media massa.
            Investigasi dan negosiasi memiliki teknik-teknik agar dapat berjalan dengan baik. Ketika suatu peristiwa terjadi maka akan dicari fakta-fakta dilapangan dan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Setelah fakta-fakta dan bukti-bukti telah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan investigasi dilapangan. Kemudian setelah investigasi telah selesai  maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan lobby dan negosiasi dengan pihak-pihak yang memiliki wewenang atas kebijakan tersebut.
            Ada tiga organ fungsi dalam melakukan negosiasi. Pertama adalah unit pendukung, unit pendukung memiliki fungsi untuk mengumpulkan bukti, mmpersiapkan dana serta logistik yang dibutuhkan. Kedua adalah kerja basis, dalam proses negosiasi kita membutuhkan kerja tim. Kemudian yang ketiga adalah garis depan, yaitu perwakilan yang berhadapan langsung dengan orang yang ingin diajak bernegosiasi.
            Sebelum melakukan negosiasi maka ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan. Pertama adalah persiapan, persiapan yang harus dilakukan adalah memiliki operator, pembagian tugas, data yang akan digunakan dan perlengkapan pendukung. Kedua adalah menyusun formula strategis, formula yang baik adalah yang sama-sama menang. Ketiga adalah analisis SWOT, yaitu strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (hambatan). Terakhir adalah melakukan perubahan.