assalamu'alaykum semua.... hari ini saya ingin memposting naskah drama yang saya dan teman-teman saya buat ketika ujian praktik bahasa indonesia SMA. semoga teman-teman suka dan bisa terinspirasi dari naskah drama ini ^^
RAPUNZEL
Pemeran
Agustina :
Pengawal
Claudia :
Penyihir
Delvi :
Kelinci
Findas :
Cinderella
Fikri :
Rapunzel
Novita :
Naga
Rifky :
Pangeran
Narator : Disebuah kerajaan yang makmur dan damai
hiduplah seorang Raja dan Ratu yang baik hati. Raja dan Ratu sudah lama
menikah, namun belum dikarunia seorang anak pun. Akirnya doa Raja dan Ratu
terkabul, mereka dikarunia seorang putri cantik, yang diberi nama Rapunzel.
Namun, kebahagiaan itu juga disertai dengan duka, sang Ratu meninggal setelah
melahirkan Rapunzel. Penyihir yang mendengar kabar bahwa sang Raja telah
dikaruniai anak.
Penyihir : “Hahaha.. akhirnya wanita jelek itu mati
juga.. untuk menambah penderitaannya akan kuculik anaknya”
Narator : Penyihir pun berhasil menculik Rapunzel.
Dia mengurung Rapunzel di menara yang sangat tinggi. Rapunzel dikurung dan
diasingkan dari dunia luar dan diperlakukan seperti pelayan. Rapunzel pun
tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut panjang yang
sangat cantik. Rasa keingintahuan Rapunzel akan dunia luar pun semakin besar.
Tanpa sengaja dia menemukan jalan keluar dari menara tinggi itu. Jalan tersebut
adalah jalan pintas yang berada dibelakang lemari, jalan itu tembus ke pohon
ajaib yang berada dihutan
Rapunzel :
(senang) “Akhirnya kita bisa keluar juga
Kelinci.”
Kelinci :
(takut) “Lebih baik kita kembali kedalam saja Rapunzel, disini gelap sekali.
Sangat menyeramkan.”
Naga :
(tertawa meremehkan) “Kamu jangan penakut begitu dong. Nanti kalau ada penjahat
akan kusembur dengan api kebangganku.”
Rapunzel : “Benar
kata Naga. Ayo kita telusuri hutan sebelum Nyonya pulang.”
Narator : Rapunzel pun terkagum-kagum dengan dunia
luar yang baru dilihatnya. Pangeran yang saat iu sedang berburu, tanpa sengaja
bertemu dengan Rapunzel.
Pangeran :
(kagum) “Wahai gadis cantik, apa yang sedang kamu lakukan disini?”
Rapunzel :
(ketakutan) “Siapa kamu? Nyonya pernah berkata ada orang jahat di hutan. Itu
pasti kamu kan?”
Pangeran : “Aku
bukan orang jahat, aku hanya sedang berburu. Kalau boleh saya tau siapa namamu?
” (mengulurkan tangan)
Rapunzel :
(mengabaikan tangan pangeran) “Nama saya Rapunzel.”
Pangeran : “
Kamu tinggal di hutan ini?”
Rapunzel : (menggelengkan
kepala) “Tidak. Aku tinggal di menara tinggi disana. Ya ampun aku sudah terlalu
lama di hutan, aku harus segera mencari sahabatku dan kembali ke menara sebelum
nyonya pulang.” (pergi meninggalkan pangeran)
Pengawal : “Tadi aku melihat Naga dan Kelinci sedang
berlarian pangeraan. Aku ingin memburunya”
Rapunzel : “Itu sahabat-sahabatku!”
Cinderella
: “Benarkah?”
Rapunzel
: “Yaaa”
Pangeran
: “Tunggu…”
Narator : Pangeran berusaha mengejar Rapunzel,
namun Pangeran kehilangan jejak
Rapunzel. Rapunzel berhasil sampai ke menara sebelum Penyihir datang.
Penyihir :
“Rapunzelll.. turunkan rambutmu yang indah.”
Rapunzel : “Baik Nyonya…” (menurunkan rambutnya)
Narator : Penyihir keatas menara dengan
menggunakan rambut Rapunzel.
Penyihir : “ Apa kamu keluar menara Rapunzel?”
Rapunzel : (menunduk) “Tidak Nyonya. Saya selalu
di menara seperti biasa.”
Penyihir : “Bagus. Kamu
lebih baik jangan keluar dari menara ini. Kamu tau kan niat saya itu baik. Saya
tidak ingin kamu diserang orang jahat dihutan itu.”
Rapunzel
: “Saya mengerti Nyonya.”
Narator : Keesokan
harinya, sepert biasa Penyihir pergi ke kota untuk mencari makanan. Rapunzel
memikirkan kata-kata Penyihir tentang penjahat yang berada di hutan. Dia pun
mulai memikirkan pemuda yang ditemuinya kemarin di hutan. Rasa penasaran
Rapunzel kepada pemuda itu membuatnya ingin kehutan lagi dan bertemu pemuda
itu. Rapunzel pun kembali menyelinap keluar hutan melalui jalan rahasia yang
ditemukannya kemarin.
Kelinci : “Rapunzel..
ayo kita kembali ke menara, kamu dengarkan kata Nyonya tentang orang jahat itu.
Siapa tau pemuda yang kemarin adalah
orang yang dimaksud.”
Naga : “Kamu terlalu berburuk sangka
Kelinci, sepertinya laki-laki yang kemarin itu orang yang baik.”
Rapunzel : “Benar Kelinci,
pemuda itu terlihat seperti orang baik. Lagipula aku ingin banyak bertanya
tentang dunia luar hutan kepadanya. Dia pasti tau banyak hal.”
Naga : “Dan juga dia sangat tampan..”
(tersenyum)
Kelinci : “Halah kamu ini Naga, mudah sekali tergoda
oleh pemuda itu. Tapi bagaimana jika kita ketahuan Nyonya kalau kita keluar dari menara? Lebih
baik kita kembali saja ke menara.”
Rapunzel
: “Kita tak akan lama disana, dan sebelum Nyonya pulang, kita pasti
sudah kembali ke menara.”
Narator : Pangeran yang masih penasaran
tentang Rapunzel pun memutuskan untuk kembali ke hutan. Tepat pada saat
Pangeran sampai dihutan, Rapunzel pun tiba dihutan.
Pangeran : “Tak disangka kita bertemu lagi
Rapunzel.”
Rapunzel : “Kamu pemuda yang kemarin kan?”
Pangeran : “ Iya. Tujuanku ke hutan ini untuk
bertemu denganmu.”
Kelinci : “Untuk apa kamu ingin menemui
Rapunzel?”
Pangeran : (terkejut) “Kamu bisa berbicara
Kelinci?”
Kelinci : “Tentu saja. Aku dan naga ini
bisa bicara.”
Pangeran : (semakin terkejut)”Naga ini juga bisa
bicara?”
Naga : “Iya aku juga bisa berbica.”
Rapunzel : “Mereka adalah sahabat-sahabatku.
Mereka yang selama ini menemaniku dimenara.”
Naga : “Jadi untuk apa kamu ingin
bertemu dengan Rapunzel?”
Pangeran : “Aku ingin mengudang Rapunzel ke
pesta dansa dikerajaanku. Sebelum itu aku ingin memperkenalkan diriku”
Rapunzel : (berteriak) “Tidak.. Jangan katakan
namamu..”
Pangeran : “Kenapa aku tidak boleh mengatakan
namaku?”
Rapunzel : “Lainkali akan aku jelaskan. Saat ini
aku harus kembali ke menara, sebentar lagi Nyonya akan pulang.”
Pangeran
: “Baiklah.. Cinderella, apakah
kamu membawa undangan lebih?”
Cinderella
: “Iya kak, kebetulan aku membawa
lebih”
Pangeran
: “berikan undangan itu ke
Rapunzel”
Rapunzel : “Terimakasih, cin…cin…”
Cinderella : “Cinderella”
Narator :
Rapunzel dapat berhasil kembali ke menara sebelum sang Penyihir datang. Namun
kali ini Rapunzel membuat suatu kesalahan. Dia meninggalkan jejak berlumpur di
lantai menara. Penyihir pun mulai curiga kepada Rapunzel.
Penyihir
: “Rapunzel apakah kamu keluar menara?”
Rapunzel
: “Tidak Nyonya, saya hanya di menara saja.”
Penyihir : (membentak)
“Jangan bohong kamu Rapunzel! Saya tau
kamu keluar menara. Jejak kakimu yang kotor ada dilantai.”
Rapunzel
: “Maafkan saya Nyonya..”
Penyihir : “Siapa yang kamu temui diluar sana
Rapunzel?”
Rapunzel : “Sa… saya tidak tau namanya Nyonya.”
Penyihir : “Lagi-lagi kamu berbohong padaku
Rapunzel. Sebagai hukumannya akan kupotong rambut indahmu.” (memotong rambut
Rapunzel)
Rapunzel : “Maafkan saya Nyonyaa… Maafkan lah
saya.” (menangis)
Penyihir : (mengucapkan mantra) barang siapa yang berdusta, tidak akan dapat
keluar dari menara ini selama-lamanya. “Tempat ini sangat cocok untuk
pembohong sepertimu. Kamu tinggal di menara ini sendiri tanpa teman-temanmu.”
Narator : Penyihir pun pergi membawa rambut
Rapunzel. Dia pergi ke pesta, menyamar sebagai Rapunzel. Sesampainya di pesta,
Pangeran yang menyangka Penyihir sebagai Rapunzel, langsung mendekati Penyihir.
Pangeran sangat senang karena Rapunzel bisa hadir di pesta itu.
Pengawal :
(berbisik kepada Cinderella yang berada disamping Pangeran) “Cinderella,
Rapunzel telah tiba…”
Cinderella :
“Benarkah itu? Dimana dia sekarang?””(celingak celinguk)
Pengawal :
“Rapunzel sedang masuk kedalam”
Cinderella : “Pangeran, Rapunzel telah tiba”
Pangeran :
“Benarkah?” (sumringah, mencari cari)
Cinderella :
“Benar pangeran, itu dia Rapunzel”(menunjuk Rapunzel)
Pangeran :
“Rapunzel..” (teriak memanggil Rapunzel)
Penyihir : (membalikkan badan)
Pangeran :
“Akhirnya engkau datang, kupikir engkau tidak akan kemari”
Penyihir : (tertawa cantik)
Pangeran : “Mari berdansa denganku” (mengajaknya untuk
menggandeng)
Penyihir : (menggandeng pangeran)
Narator : Saat Penyihir mengangkat tangannya untuk
berdansa, tiba tiba rambut yang digunakan Penyihir untuk menyamar terjatuh.
Pangeran pun terkejut
Pangeran : “Siapa kamu sebenarnya?”
Penyihir : (tertawa jahat)
Pangeran : “Dimana Rapunzel? Kau apakan dia?”
Penyihir : “Kau tidak akan bertemu lagi
dengannya”
Narator : Sementara itu di menara, Naga dan
Kelinci menuju ke menara untuk memberitahu Rapunzel bahwa Penyihir ke istana
untuk menghadiri acara pesta dansa dan memberitahu cara keluar dari menara
Kelinci : Rapunzel…rapunzel…”
Rapunzel : “Ada apa?”
Naga : “Keluarlah, kau bisa keluar dari menara
dengan mantra untuk pendusta ini karena engkau tidak berdusta”
Rapunzel : “Astagfirullah, aku baru sadar”
Naga : “Cepat keluar Rapunzel, penyihir pasti
sedang berdansa dengan pangeran”
Kelinci : “Ayo Rapunzel, kita segera kesana”
Rapunzel : (masuk kepintu ajaib)
Narator : Rapunzel pun tiba di istana dengan
teman-temannya.
Rapunzel
: “Pangeran…”
Pangeran
: “Rapunzel, aku khawatir
denganmu. Kukira aku tidak akan bertemu lagi denganmu”
Kelinci : “Iya pangeran, Rapunzel dikurung
olehnya(menunjuk penyihir)”
Naga
:
“Iya, Rapunzel dikurung dengan mantra pendusta”
Kelinci
:
“sedangkan Rapunzel bukan pendusta”
Penyihir :
“Impossible! Bagaimana bisa?”
Kelinci
: “Rapunzel bukan pendusta!”
Naga
: “Ya, dia bukan pendusta sepertimu”
Penyihir : (kesal)
Narator : Rapunzel dan sahabat sahabatnya pun berlari
kehutan, karena penyihir marah
Penyihir : “Awas kalian kalau tertangkap!”
Naga
: “Aku punya ide, ikut aku”
(menarik tangan kelinci)
Narator : Naga memberitahu idenya kepada
kelinci, bahwa ia akan memasang jebakan untuk penyihir agar penyihir masuk
kedalam menara dengan mantra dusta
Penyihir : (teriak)
Narator : penyihirpun tersandung dan masuk
kedalam menara melalui pohon ajaib. Rapunzel, Pangeran, dan sahabat-sahabatnya
pun hidup bahagia
----- SELESAI -----
Created by : Agustina, Claudia, Delvi, Findas, Fikri, Novita Indah, dan Rifky.
Created by : Agustina, Claudia, Delvi, Findas, Fikri, Novita Indah, dan Rifky.
Picture from : disney.wikia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar