Sabtu, 31 Oktober 2015

Pra PKMJ 1

Assalamu’alaykum teman-teman….. Hari ini Delvi mau berbagi pengalaman tentang salah satu rangkaian PKM J Matematika UNJ 2015 lagi nih. Kalau minggu lalu tentang Briefing PKMJ, hari ini Delvi akan berbagi pengalaman tentang Pra PKMJ 1. Acara Pra PKMJ 1 dilaksanakan pada 31 September 2015 di IDB 2 lantai 7. Sebenarnya di jadwal acaranya jam 1 siang. karena suatu hal, jadi delvi datangnya terlambat 7 menit. Tapi alhamdulillah acaranya belum dimulai. Oh iya karena waktu itu Delvi terlambat, jadi begitu turun lift langsung mau jalan ketempat acaranya. Baru satu langkah kakanya langsung manggil, suruh isi presensi dulu di depan lift. hihi ^^

Setelah peserta PKMJ sudah banyak yang hadir, acara pun dimulai. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh salah satu peserta PKM J dan sambutan dari ketua PKMJ Matematika. Kemudian masuk ke materi tentang mekanisme sidang oleh ka Hikmah. Materi yang disampaikan itu antara lain ada teknik persidangan, jenis-jenis persidangan, sifat-sifat persidangan, alur persidangan, perangkat persidangan, sampai penggunaan palu persidangan dan hasil persidangan.

Jenis-jenis persidangan itu antara lain :
1.    Forum Tertinggi
Contoh dari forum tertinggi itu antara lain sidang umum BPM, LLMJ, dll. Yang dibahas dalam forum tertinggi itu salah satunya adalah pertanggungjawaban satu periode kepengurusan.

2.    Sidang Paripurna
Sidang paripurna ini dihadiri oleh badan legislative yang bersangkutan. Sidang ini dilaksanakan untuk memutuskan suatu peraturan baru. Contohnya sebelum MPA, dilaksanakan sidang paripurna yang membahas tentang tata tertib selama MPA.

3.    Sidang Pleno
Sidang pleno dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Sidang ini dilaksannakan untuk membahas tentang kinerja kepengurusan.

4.    Sidang Istimewa
Sidang istimewa dilaksanakan apabila ada hal-hal yang istimewa terjadi. Kalau di Universitas, sidang istimewa dilakukan untuk mencari pengganti ketua atau wakil ketua lembaga eksekutif apabila terbukti melakukan pelanggaran PO ( peraturan OPMAWA ), dan apabila ketua atau wakil ketua tersebut meninggal ataupun diberhentiikan.

Sifat-siifat persidangan itu antara lain :
1.    Sidang Tertutup
Sidang tertutup hanya dihadiri oleh anggota dan undangan. Hasil dari persidangan ini tidak boleh disebarluaskan ke khalayak umum. Comntohnya sidang paripurna.

2.    Sidang Terbuka
Umumnya semua sidang bersifat tertutup, namun apabila ada kesepakatan sidang tersebut bisa menjadi sidang terbuka. Conntohnya sidang umum.

Alur persidangan itu antara lain :
1.    Pembukaan
2.    Pembacaan Agenda
Setelah pembacaan agenda, peserta dipernbolehkan untuk memberikan pendapat mengenai agenda yang ingin dibahas terlebih dahulu. Dan agenda dilaksanakan sesuai keputusan bersama.
3.    Pembahasan tata tertib sidang
Semua tata tertib persidangan dibahas pasal per pasal oleh seluruh peserta persidangan.
4.    Memulai persidangan
5.    Penutupan Sidang
Hasil dari persidangan disampaikan lagi pada saat penutupan sidang..

Perangkat persidangan itu antara lain :
1.    Ruang Sidang
Apabila sidang dilakukan di tempat terbuka maka harus ada batas-batas wilayahnya, seperti kran air, pohon, dll
2.    Berkas - Berkas atau Risalah
Berkas-berkas atau risalah ini berupa agenda atau masalah yang ingin dibahas dalam persidangan.
3.    Tata Tertib Sidang
4.    Konsidera
Konsidera adalah surat yang ditandatangani yang menyatakan keputusan persidangan.
5.    Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang harus berjumlah ganjil agar apabila ada pengambilan suara, maka dapat diambil keputusan suara terbanyak.
6.    Peserta
Peserta terdiri dari anggota, peninjau, dan undangan. Seorang petinjau tidak boleh memberikan pendapatnya, dan undangan tidak memiliki hak suara dalam persidangan. Pimsid 3 juga termasuk peserta sidang, pimsit 3 dapat menggantikan pimsit 1 apabila pimsit 1 harus meninggalkan persidangan sementara.
7.    Notulen
Yang bertugas menjadi notulen biasanya adalah pimsid 2.

Penggunaan palu persidangan pun ada aturannya. Mulai dari cara memukul, hingga jumlah ketukan. Pada saat mengetuk palu, posisi palu dimiringkan. Tujuannya agar suara ketukan lebih jelas. Satu ketukan untuk mengesahkan sebuah pendapat, mencabut pendapat, dan mengambil alih persidangan. Dua ketukan untuk menskorsing dan mencabut skorsing. Rentang skorsing adalah 5 menit.. tiga ketukan untuk membuka, menutup, dan mengesahkan kepusan akhir. Banyak ketukan pada ujung gagang palu untuk memperingatkan peserta sidang apabila kondisi mulai tidak kondusif. Apabila palu tersebut tidak diketahui, maka boleh digantikan dengan benda lain seperti pulpen. Namun, pimpinan sidang harus menjelaskan bagian-bagian benda tersebut sesuai bagian-bagian pada palu.

Hasil persidangan ada 2, antara lain :
1.    Keputusan
Keputusan sifatnya hanya mengikat anggotanya.
2.    Ketetapan
Ketetapan sifatnya mengikat seluruh masyarakat.

Kemudian setelah materi, ada simulasi persidangan yang dipandu oleh ka Hikmah. Simulasi persidangan ini menurut Delvi adalah kegiatan paling seru pada acara Pra PKMJ 1 kemarin. Pada simulasi ini, peserta PKMJ jadi lebih mengerti tentang jalannya proses persidangan.  

Setelah simulasi persidangan selesai, dilanjutkan dengan materi tentang mekanisme persidangan oleh ka Indah. Materi yang disampaikan antara lain tentang apa itu pemiilu, pemilihan ketua KPU, perangkat pemilu, peran-peran KPU, Panwaslu, dan DKPP serta penanganan masalah pada saat KPU berlangsuung. Materi dari ka Indah pun selesai dan dilanjutkan dengan ISHOMA.

ISHOMApun berakhir dan dilanjutkan dengan materi tentang LLMJ oleh ka Ricky. Ka Ricky memperkenalkan kepada kami mengenai LLMJ. Ka Ricky menyampaikan tentang apa saja fungsi legislative, struktur kepengurusan, dan agenda kerja LLMJ. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan materi tentang BEMJ Matematika oleh ka Hafiz. Sama seperti ka Ricky, ka Hafiz juga memperkenalkan kepada kami lebih dalam mengenai BEMJ Matematika. Ka Hafiz menyampaikan tentang struktur keorganisasian BEMJ Matematika serta agenda dan peran dari masing-masing anggota BEMJ Matematika.

Setelah materi selesai, kemudian saatnya temu kelompok. Anggota kelompok 15 yang hadir pada Pra PKMJ 1 ini lebih banyak dibandingkan pada saat briefing minggu lalu. Disini kami sharing dengan kaka fasil kami, yaitu ka Marom mengenai organisasi, dll. Pada saat temu kelompok, semua ketua kelompok disuruh mengumpulkan semua tugas anggota ke panitia. Dan mereka cukup lama tidak berkumpul bersama kami pada saat temu kelompok. Dan ternyata mereka juga terkena hukuman karena ada anggota kelompoknya yang tidak hadir dalam acara Pra PKMJ 1 ini. Sebenarnya menurut Delvi hal itu bukan seutuhnya kesalahan ketua, tapi itu adalah kesalahan kami semua.

Acara temu kelompok pun selesai dan acara Pra PKMJ 1 ditutup dengan pembacaan doa dan penutupan oleh pembawa acara. Dan akhirnya kami pun dipersilahkan untuk pulang. Oleh-oleh yang Delvi dapat dari Pra PKMJ 1 ini selain pengetahuan baru, adalah keinginan untuk menjadi anggota BEM atau LLMJ. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Padahal sebelumnya Delvi sama sekali tidak tertarik dengan BEM. Tapi ya begitulah, sesuai dengan pepatah. “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG ”. dan insyaa Allah Delvi akan menjadi anggota BEM atau LLMJ dengan izin dari orang tua tentunya.

Itulah sedikit banyak tentang pengalaman delvi mengikuti salah satu rangkaian kegiatan PKMJ Matematika UNJ 2015. Semoga teman-teman suka dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut ^^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar